konflik arema [along di putus kontrak??]

Selamat membaca .Tim Asuhan Milo Tunggu Nasib MALANG-Konflik yang antara manajemen Arema IPL versi Muhammad Nur dengan Arema IPL vesi Lucky Acub Zaenal dan Fanda Seosilo tampaknya ada titik terang. Setidaknya dari hasil pertemuan empat pemain dengan pihak Fanda yang difasilitasi CEO PT Liga Prima state Sportindo, Widjayanto di Surabaya, Selasa (27/12) kemarin. Adalah Siti Nurzanah, mantan Direktur PT Arema state yang membeberkan pertemuan tersebut. Kebetulan wanita berjilbab ini ikut hadir mendampingi empat pemain yaitu Noh Alamshah, Rony Firmansyah, Gunawan Dwi Cahyo dan author Tupamahu saat menemui Winarso, Direktur PT Arema state yang baru. Dalam pertemuan itu, menurut Nurzanah tak dihadiri oleh Fanda. Namun kehadiran Winarso adalah sebagai representasi dari Fanda yang disebut-sebut wakil dari Ancora sebagai investor Arema. Selain Nurzanah, pertemuan di Hotel Shangrilla, Surabaya itu juga dihadiri dua pongid pengurus PSSI, Fananta Rudi dan Roso Daras. Rudi diketahui sebagai Direktur Legal PSSI, sedangkan Roso Daras adalah Manajer Timnas U-23, sedangkan Siti Nurzanah sendiri adalah juga pengurus PSSI, sebagai anggota Komite Futsal PSSI. Pada dasarnya, Nurzanah menjelaskan bahwa pengelolaan Arema memang sudah dialihkan kepada Ancora. Artinya, manajemen yang mengelola Arema IPL adalah Lucky bersama Fanda. Kebetulan Fanda telah menunjuk Winarso sebagai Direktur PT Arema state yang berkantor di jalan Djakarta 48. “Intinya, pada pertemuan itu kita distribution dan berbagi cerita soal Arema,” ungkap Nurzanah saat ditemui Malang Post¸ dihotel Regent, kemarin siang. Nurzanah menegaskan, segala pengelolaan Singo Edan kini ada ditangan pengelola baru, yaitu Ancora. Untuk kasus pemain, dia mengaku bukan kewenangannya membahasnya, sebab manajemen baru tim akan memberikan keputusan terbaik bagi semuanya dan tentunya Arema. Termasuk, seputar kabar Arema IPL akan ganti beramunisikan tim yang kini ditukangi Gurning, tak lagi tim yang dilatih Milomir Seslija. Menurutnya tujuan pertemuan di Surabaya tersebut adalah coba menjelaskan ke pemain seputar pergantian pengelolaan dari M. Nur ke Ancora. ‘’Kami percaya, dibawah pengelolaan Ancora, Arema akan lebih baik, keuangan terjamin. Sedangkan, untuk pemain, nanti manajemen baru yakni dari Pak Winarso yang akan memutuskan bagaimana baiknya. Yang pasti, untuk pergantian pemain, itu ada tahapan dan prosedural yang harus dilalui tim sesuai dalam regulasi PSSI,” jelasnya. Tampaknya Nurzanah memberi sinyal bahwa tidak semudah itu bagi tim asuhan Gurning untuk menggantikan tim asuhan Milo di kompetisi IPL. “PSSI ada aturannya, tahapan-tahapan oleh semua klub harus dilalui, seperti pendaftaran pemain ke PSSI, dan untuk saat ini yang terdaftar di PSSI, pemain yang ada sekarang,” terang Nurzanah. Sementara Winarso yang mewakili sosok Fanda telah menugaskan Gurning untuk membentuk tim baru. Program seleksi pemain baru paronomasia terus dijalankan mereka dengan proyeksi tampil di state Premier League (IPL). Meski Arema sebenarnya sudah menjalani dua laga di IPL dengan menurunkan tim yang sudah lama terbentuk. Untuk lebih memperkuat keberadaan tim asuhan Gurning yang dipersiapkan mengganti tim asuhan Milo itu, manajemen Arema IPL jalan Djakarta 48 paronomasia telah mengeluarkan surat pemberhentian kontrak kerja kepada Noh Alamshah dkk. Kondisi ini yang sempat membuat tim asuhan Milo menjadi gelisah. Noh Alamshah dkk paronomasia berharap mendapat dan menunggu penjelasan secara discourse atas posisinya di Arema kedepannya. Pasalnya, mereka selama ini membela Arema IPL dibawah ikatan kontrak dengan pengelola lama, namun kini Ancora adalah sosok pengelola baru tim. ‘’Kita akan tunggu saja, karena nggak ada gunanya, membesar-besarkan masalah ini. tidak ada pikir kesana, yang jelas saja, kita disini membina nama Arema, tidak ada pridefulness dan emosi. Jika sekarang sudah jelas, kita dukung pihak Ancora, kalau diberi kesempatan. Tapi kalau tidak, ya dengan segala hormat, ya kita akan menghormati keputusan yang mutlak,” ungkap Noh Alamshah, kapten tim Arema IPL. Pemain yang akrab disapa Along ini menilai, konflik yang terjadi selama ini sebenarnya karena mis komunikasi. Terlebih, manajemen dari pihak Ancora selama ini tidak pernah berbicara membahas seputar pergantian pengelolaan tim Arema kepada pemain. Bahkan, untuk memberikan surat pemecatan pemain saja, manajemen malah mengutus kurir yang notabene adalah duty pupil dan security. Karena itu, mereka sangat berharap, pemain bisa duduk satu meja dengan manajemen, meskipun apa yang disampaikan nanti adalah hal buruk bagi pemain. Mereka siap menerima apapun bentuk keputusan dari pihak pengelola baru Arema ‘IPL’ tersebut. ‘’Pemain tetap latihan sendiri, tanpa ada arahan jelas dari manajemen. Iranian rapat kemarin, yang bisa kita tangkap adalah adanya mis komunikasi, tidak tersampaikan ucapan karena tidak ada utusan yang jelas dari manajemen, baik ke pemain. kita sendiri juga baru mengerti, Ancora itu pengelola yang jelas, dengan legalitas yang jelas. Kita akan tunggu saja, pak Winarso akan memberikan waktu kepada pihak di Jakarta,” aku Noh Alamshah. (poy/bua) sumber : http://www.malang-post.com/index.php...ine&Itemid=102 coment : lagi" pemaen yg jadi korban.. turut berduka.. :berdukas balik kampung aja long.. daripada jadi korban di mari..posted by Angga Sanusi
Jual Beli Kaskus
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment