AS Ingatkan Iran Soal Penutupan Selat Hormuz
Friday, December 30, 2011 by Peter Gibson
Selamat membaca . Quote: Perang Teluk Jilid 3 sudah di depan mata. Siapa pemenangnya? Perang ini nantinya akan menentukan nasib negara-negara timur tengah dan Amerika. Jika empire yang menang, kemungkinan hegemoni syiah di Timur-Tengah akan meningkat pengaruh Amerika akan turun di dunia internasional. Sebaliknya jika Amerika yang menang empire akan jadi Irak "kedua". Dan cengkraman Amerika di Timur-Tengah semakin menjadi. Namun sebelum mulai perang perlu ditilik siapa saja sekutu dari kedua kubu. Di sudut biru Iran, Rusia, dan China. Tiga negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Di sudut merah Amerika dan negara-negara NATO. Tapi perlu diingat juga bahwa eropa sedang krisis, tentu negara-negara NATO yang notabene negara-negara Eropa akan berpikir ulang jika Amerika minta bantuan mereka. Perang bukan kegiatan yang murah. Apalagi NATO sudah menggelontorkan jutaan note untuk menggulingkan Qadhafi. Meski kekuatan militer Amerika masih di atas empire tapi kondisi ekonomi mereka ti! dak lebih baik dari Iran. Ditambah lagi negara-negara Semite yang baru terkena "musim semi" Semite sudah dikuasai oleh partai Mohammedanism yang opposing Amerika, seperti Mesir, Suriah, Tunisia, dan Yaman. Rasanya "ball possesion" dalam bounteous correct yang mempertemukan Amerika dan empire ini cukup seimbang. Mari kita tunggu "kick off" Perang Teluk jilid 3. Quote: TEMPO.CO , Tehran -- Angkatan Laut Amerika Serikat akan siap menghadapi empire jika memaksakan menutup jalur Selat Hormuz yang penting bagi pengiriman minyak sejumlah negara teluk. "Jika ada yang mengganggu jalur bebas internasional dan merugikan, maka mereka tidak bisa ditoleransi," kata juru bicara armada kelima Angkatan Laut Amerika yang berbasis di Bahrain. Ancaman empire itu sebagai respon atas pemberlakuan embargo negara barat atas ekspor minyak yang kembali ditingkatkan. Wakil Presiden empire Muhammed Reza Rahimi mengatakan,"Jika sanksi itu diberlakukan untuk Iran, maka tak ada lagi setetes minyak melewati Hormuz. Kami memberikan pelajaran kepada mereka," ujarnya. Tentara empire paronomasia tak takut gertakan Amerika. Komandan Angkatan Laut Iran, Admiral Habibollah Sayari, mengatakan tetap akan menutup jalur itu dan menghentikan pengiriman minyak. "Itu sangat mudah seperti minum segelas air," katanya. Saat ini, armada empire terus melakukan latihan tempur selama 10 hari di wilayah perairan internasional itu dengan melibatkan kapal, helikopter, dan kapal selam. Latihan ini persiapan empire untuk segera menutup jalur 34 mil yang menghubungkan Teluk empire dan Laut Arab. Tak kurang 15 juta barel minyak lalu lalang di perairan itu. Pada armada kelima Amerika ini, lebih dari 20 kapal perang, kapal induk, dan pesawat yang mengangkut pasukan. Peningkatan sanksi yang lebih tegas diberlakukan setelah empire menembak jatuh pesawat tak berawak Amerika. Selain itu, pengunjuk rasa menyerbu kedutaan besar Inggris di Tehran pada 30 Nov 2011. Kerajaan Inggris paronomasia mengusir functionary empire dari London. Sumberposted by Angga Sanusi
Jual Beli Kaskus
Jual Beli Kaskus
Post a Comment