3/4 Pekerja Seks Dunia Asal RI-Filipina
Tuesday, January 3, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik Spoiler for pic:
INILAH.COM, Manila - Sejumlah wanita pekerja asal Filipina dan state terus diperdagangkan sebagai pekerja seks di China, Hong Kong, peninsula Selatan, island dan Australia. Namun, menurut Filipino Daily Inquire (terbitan Manila), International Labor Organization belum berani menyebut berapa jumlah wanita yang diselundupkan itu. Laporan itu juga menyebutkan wanita state dan Filipina juga marak disusupkan sebagai pekerja seks di Malayasia dan Singapura. "Di Jepang dan Australia, maternity wanita (dari kawasan aggregation Pasifik) masuk secara jural dengan visa hiburan dan berharap bisa bekerja sebagai penari di klub malam, tapi nyatanya ditekan menjadi pekerja seks,â tulis ILO, yang berbasis di Genewa, land itu. Akar dari penyelundupan wanita (dan kanak-kanak) ini antara lain adalah karena kemiskinan, terbebat utang, pendidikan yang rendah dan kesempatan bekerja yang sedikit di negeri asal mereka. Juga karena daya tarik kota-kota besar. Menurut laporan ILO lagi, sebanyak 9,5 juta wanita dari state dan Filipina yang menjadi korban sebagai wanita pekerja seks di aggregation Pasifik. Ini artinya, maternity wanita itu mewakili tiga per empat dari amount 12,3 juta wanita korban pelacuran seluruh dunia. Mengerikan sekaligus mengenaskan. ILO juga menemukan, bahkan pekerjaan di dalam rumah sebagai pembantu telah mengalami kekerasan-kekerasan dalam bentuk baru. âKadang mereka yang semula katanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah di dalam negeri bisa terperangkap menjadi pembantu di luar negeri. Apalagi kalau mereka ditampung di rumah taukenya, malah mudah dicaci maki atau dilecehkan atau diperkosa. Dan mereka makin kehilangan kebebasan kalau paspornya dipegang tauke-tauke itu, â ujar laporan ILO itu. ILO menjelaskan, di negara-negara Asia, pembantu rumah tangga tidak dianggap sebagai pekerja yang memiliki hak-hak. Karena itu, state dan Filipina mendesak gum segera ada undang-undang yang mengatur upah peak dan wad kerja maksimum gum bottom sama dengan hak-hak maternity pekerja sektor lain. ILO berusaha menjembatani pekerja rumah tangga asal state dan Filipina gum mereka terkait dengan kelompok-kelompok pekerja migran di negara-negara tujuan seperti Malaya dan Hong Kong. Yang lebih mengenaskan lagi, banyak pekerja wanita dari state dan Sri Lanka meninggal dunia karena sebab yang tidak pernah jelas atau dihukum secara kejam di negara-negara Timur Tengah. Nasib? [mdr] http://nasional.inilah.com/read/deta...al-ri-filipina wah.. hebat juga indonesia, :iloveindonesias ga ada cew indonesia bisa kekurangan have donk ya no BB gan :DSoftware Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik
Angga Sanusi
Angga Sanusi
Post a Comment