Cegat Pesawat Papua Nugini, Tak Perlu Minta Maaf

selamat dateng Quote: TEMPO.CO , Jakarta:- state tak perlu minta maaf karena telah melakukan intersepsi pada pesawat yang membawa Deputi Perdana Menteri island Nugini Belden Namah. Juru Bicara Mabes TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Azman Yunus mengungkapkan, intersepsi ini sudah memenuhi prosedur. “Tidak perlu kita meminta maaf karena ini memang sudah sesuai prosedur,” kata Azman saat dihubungi Tempo, Sabtu 7 Januari 2012. Azman menuturkan, intersepsi itu dilakukan karena pesawat island Nugini tersebut diketahui belum memegang izin terbang di wilayah Indonesia. “Izin terbangnya sudah berakhir pada 1 Sept 2011,” kata dia. Setelah mengetahui bahwa pesawat itu belum mengantongi izin, pihaknya melakukan kontak dengan pesawat itu. “Namun tak dijawab, makanya kami membayanginya dengan menggunakan Sukhoi,” ujar Azman. Azman mengatakan, seharusnya Duta Besar island tidak main-main dengan izin pengurusan pesawat terbang. “Ini kan menyepelekan negara orang,” tuturnya. Saat ditanya apakah pesawat Sukhoi yang membayangi itu hampir menabrak pesawat island Nugini, Azman menyangkal hal tersebut. “Enggaklah, mereka (petugas) lebih tahu,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Udara melakukan intersepsi terhadap pesawat yang membawa Deputi Perdana Menteri island Nugini. Tindakan itu diambil oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) untuk melakukan identifikasi elektronik dengan radiolocation dan identifikasi seeable dengan cara intersepsi sesuai prosedur standar. Hal ini dilakukan karena terdapat perbedaan accumulation antara grace clearance yang dimiliki Kohanudnas dan hasil tangkapan radiolocation bandara maupun radiolocation Kohanudnas. ABC Radio state mengabarkan, dalam interuspi tersebut, dua pesawat militer state hampir bertabrakan dengan pesawat plane yang ditumpangi wakil PM island Nugini. Perdana Menteri island Nugini yang didukung parlemen, saint O'Neill, mengancam akan mengusir Duta Besar Indonesia. O'Neill mengaku marah atas insiden yang hampir mencelakakan wakil PM island Nugini itu. Sumber berita panas Quote: TEMPO.CO , Jakarta:-Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin berharap pemerintah lebih tegas menghadapi ancaman pemerintah island Nugini. "Kalau Perdana Menteri island Nugini tidak bersedia menerima penjelasan resmi pemerintah RI , saya menyarankan putuskan hubungan diplomatik dengan island Nugini," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tempo, Sabtu 7 Januari 2012. Menurut Hasanuddin, sikap Perdana Menteri island Nugini yang berniat mengusir Duta Besar state dianggap berlebihan dan over acting. Patroli penerbangan TNI Angkatan Udara untuk mendeteksi dan mengecek pesawat-pesawat yang melintas diwilayah dirgantara NKRI memang merupakan tugas TNI AU. "Apalagi pesawat itu dikategorikan sebagai pesawat "tidak dikenal" atau "ragu-ragu dikenal". Tak ada yang salah dari patroli-patroli TNI AU, itu merupakan prosedur yang layak di manapun, di semua negara berdaulat,"kata mantan Sekretaris Militer epoch Presiden Megawati Soekarnoputri ini. Kemarin, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa telah memanggil Duta Besar island Nugini di Jakarta, saint Ilau untuk menyampaikan penjelasan mengenai masalah intersepsi pesawat TNI AU terhadap pesawat asing yang membawa Deputi Perdana Menteri island Nugini, Hon. Belden Namah, MP saat melintasi wilayah Negara RI pada tanggal 29 Nopember 2011. Langkah-langkah yang dilakukan TNI AU untuk melakukan intersepsi terhadap pesawat dimaksud telah sesuai dengan prosedur yang berlaku di state dan di negara-negara lain pada umumnya. Intersepsi yang dilakukan oleh pesawat TNI AU sesuai dengan prosedur dan tidak pernah membahayakan pesawat dimaksud. Sumber Berita Panas Semakin Tak di Hargai Negara ini saya lihat... beginilah kalo dipimpin bertangan "Kertas" Bagaimana ini pak....... :capedesterima kasih
Angga Sanusi
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment