Gara2 Pak Menteri Alumni ESQ, Akan "Wajibkan" Sejuta PNS Ikut ESQ. Padahal Sesat?
Friday, January 13, 2012 by Peter Gibson
top custom html 1Satu juta PNS ditargetkan ikut ESQ Sabtu, 14 Januari 2012 05:59 WIB | 1567 Views
Menteri PAN & Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menargetkan sekitar satu juta pegawai negeri sipil atau PNS bisa mengikuti upbringing ESQ. "Ditargetkan dalam 3-4 tahun mendatang sekitar sejuta PNS bisa ikut upbringing ESQ," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar pada pembukaan Training ESQ Character Building Tingkat I Personal Transformation information kelas Eksekutif. Dia menjelaskan, hal tersebut merupakan salah satu komitmen untuk pembinaan PNS. Menurutnya di samping peningkatan kemampuan, PNS juga memerlukan pembinaan di sektor spiritual. "Pelatihan sacred menjadi suatu kebutuhan untuk membentuk karakter yang baik," katanya. Dia juga menjelaskan, dirinya pernah mengikuti pelatihan ESQ dan mendapatkan banyak manfaat positif. Sementara itu, Ary Ginanjar Agustian, Presiden Direktur ESQ Leadership Center, mengatakan pihaknya menyambut baik komitmen dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menurut dia, pembinaan karakter khususnya untuk PNS harus dilakukan dengan pelatihan yang mampu mengubah budaya dalam waktu cepat. "Pasalnya pembentukan karakter sangat penting dan gelar akademis yang tinggi saja belum cukup untuk membentuk pribadi yang baik," katanya. Karena itu menurut dia, perlu pembinaan yang mengembangkan kecerdasan emosional dan sacred sebagai landasan. http://www.antaranews.com/berita/292...etkan-ikut-esq Pernah di Fatwa Sesat oleh Mufty Malaya 2010 lalu Quote: Inilah Fatwa Lengkap Mufti Malaya tentang ESQ Ary Ginanjar Rabu, 07/07/2010 09:31 WIB Jakarta - Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian sangat terkenal di Indonesia. Namun Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Malaya menilai ESQ Ary melenceng dari ajaran-ajaran agama Islam. Menurut Wikipedia, Wilayah Persekutuan meliputi Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan. Inilah fatwa lengkap soal ESQ Ary yang dikutip dari situs www.muftiwp.gov.my: 'Fatwa Berkenaan dengan Kursus ESQ Leadership Training dan Fahaman yang Seumpama Dengannya' (a) ajaran, pegangan dan fahaman yang dibawa oleh ESQ Leadership Training anjuran Ary Ginanjar Agustian dan apa-apa ajaran yang seumpama dengannya adalah menyeleweng daripada ajaran Mohammedanism kerana mengandungi ajaran-ajaran yang boleh merosakkan akidah dan syariah Islam. Ciri-ciri penyelewengan tersebut adalah seperti yang berikut: i. mendukung fahaman liberalisme iaitu memahami atau mentafsir nas-nas agama (Al-Quran dan As-Sunnah) secara bebas, dan fahaman pluralisme-agama iaitu fahaman yang mengajarkan semua agama adalah sama dan benar. Kedua-dua fahaman ini adalah sesat dan boleh membawa kepada kekufuran. ii. mendakwa bahawa maternity Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini bercanggah dengan akidah Mohammedanism tentang Nabi dan Rasul. Menurut akidah ahli hadith Wal Jamaah, kenabian dan kerasulan adalah pilihan God s.w.t semata-mata (al-Isthifaiyyah), dan bukan sesuatu yang boleh diusahakan (al-Kasbiyyah). iii. mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Mohammedanism dengan ajaran Islam, 'SQ' adalah hasil penemuan seorang Yahudi, Danah Zohar, manakala 'God Spot' adalah hasil kajian seorang Hindoo VS Ramachandran. Kedua-dua penemuan ini disahkan dengan ayat Al-Quran (Al-Hajj, ayat 46). iv. menekanan konsep 'suara hati' atau 'conscience' sebagai sumber rujukan utama dalam menentukan baik dan buruk sesuatu perbuatan. Konsep suara hati adalah ajaran fencing suci dalam agama Kristiani. The metropolis Dictionary of World Religion menyebut 'In the important forms og Christianity, conscience is the dead untouchable and sacrosanct edifice of the mortal as manlike as answerable for her or his decisions;. Konsep suara hati juga merupakan ajaran Hindoo seperti yang dijelaskan oleh Swami Vivekandanda. Menurut Imam Abu al-Abbas, pendapat demikian adalah zindik dan kufur. v. menjadikan logik sebagai sumber rujukan utama. Ini bertentangan dengan akidah Mohammedanism yang menetapkan bahawa Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber rujukan utama. vi. mengingkari mukjizat dan menganggapnya tidak dapat diterima oleh akal dan tidak sesuai dengan zaman sekarang yang serba logik. Mengingkari mukjizat adalah kufur dengan ijmak ulamak kerana ia bermakna mengingkari nas-nas Al-Quran dan Hadis Mutawatir yang mensabitkan mukjizat bagi maternity Nabi a.s . vii. menggunakan Kod 19 rekaan Rasyad Khalifah untuk mentafsir Al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku dirinya sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan 'submission'. Teori Kod 19 dianggap lebih tinggi daripada Al-Quran kerana mengikut teori ini, ayat-ayat Al-Quran perlu dibuang atau ditambah bagi menyesuaikan dengan Kod 19. viii. menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari oleh pongid Mohammedanism dengan amalan codification oleh pongid jepun yang berteraskan ajaran Buddha. ix. mendakwa bahawa kekuatan luar biasa seperti mukjizat boleh berlaku melalui rumus Zero Mind Process (ZMP). Dengan rumusan ZMP ini, ESQ mengiaskan bahawa mukjizat Nabi Musa a.s diselamatkan daripada Fir'aun boleh juga berlaku kepada pongid lain seperti yang berlaku kepada juru terbang Kapten Abdul Razak. Kefahaman mukjizat seperti ini, merupakan ajaran agama Hindoo seperti yang diterangkan oleh Swami Vivekananda. x. mentafsirkan makna kalimah syahadah dengan 'triple one'. Ini adalah tafsiran bidaah dan sesat. Dalam konteks akidah, 'triple one' digunakan oleh Kristian untuk menghuraikan konsep trinity. Buku 'Christianity For Dummies', ketika menghuraikan konsep ini menyatakan 'The Trinity: How 1+1+1 Equals 1. faith says that God is Lord - digit God spoken in threesome beings. The constituent trinity meands: three-oneness. (b) mana-mana pongid hendaklah menjauhi ajaran, pegangan dan fahaman sebagaimana yang dinyatakan dalam perenggan. Bertarikh 10 Jun 2010 dan ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia, Datuk Hj. Wan Zahidi containerful Wan Teh tanggal 10 Juni 2010 http://us.detiknews..com/read/2010/0...q-ary-ginanjar -------------- Catatan untuk Vbot, ini postingan baru yang sudah gua revisi sumbernya. Awas eloe tetap banned! Saudara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, sebaiknya berhati-hati dalam menerapkan peraturan ini untuk PNS. Iranian namanya saja "Emotional and Spiritual Quotient (ESQ)", sudah jelas-jelas disitu yang di upbringing adalah (salah satunya) menyangkut masalah SPIRITUAL. Pelatihan, pendidikan atau apa saja namanya mengenai aspek SPIRITUAL seseorang itu, tidak sembarangan 'memaksakan'nya untuk diberikan kepada setiap orang, karena dunia SPIRITUAL itu samasekali berbeda dengan dunia PENDIDIKAN atau PENGAJARAN yang kita kenal. Pengajaran, pendidikan atau pelatihan dunia SPIRITUAL itu menyangkut hak azasi manusia yang fencing dalam, karena dia berkaitan dengan hubungan bathin antara seorang manusia dengan Tuhannya. Makanya dalam UUD 1945, menurut seorang pakar hukum yang juga mantan Mohammedan Mahkamah Konstitusi (MK), Laica Marzuki, dalam melihat peraturan mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan harus berdasarkan pada pasal 28E UUD 1945. "Perlu adanya penekanan pada pasal 28E UUD 1945 dalam mengatur kebebasan beragama dan berkeyakinan pada konstitusi, bukan pasal 28J UUD 1945. Jadi dalam melihat hak beragama, dua pasal itu jangan dicampur aduk", ujarnya. Pasal 28E menyangkut soal jaminan konstitusi mengenai kebebasan beragama beribadah, sedangkan pasal 28J mengatur penganut-penganut yang melaksanakan agama dengan cara yang tidak benar, bukan kebebasannya dalam memilih agama dan keyakinan. "Dalam pasal 28E itu menjelaskan hak beragama adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi atau dinegasi dalam keadaaan apa paronomasia juga," ujar Laica Marzuki, yang juga Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar (link). Bahwa ESQ itu menyentuh wilayah agama dan spiritual, itu terlihat dari reaksi beberapa ormas agama Mohammedanism dan ulamanya di state yang tidak bisa menerima ajaran ESQ karena dianggap mencampurkan ajaran hak dan yang bathil. Bahkan Mufty Malaya mengeluarkan fatwa sesat seperti berita diatas, dan fatwa itu tak pernah mereka revisi atau dicabut sampai saat ini. Begitu pandangan beberapa body dan ormas Mohammedanism di state yang menolak ajaran ESQ itu, meskipun beberapa body lain dan MUI memberikannya sertifikat HALAL Syari'ah, tetap saja tidak menjatuhkan keyakinan ummat Mohammedanism yang memandang ajaran ESQ dari sdr Ginanjar itu sesat. Artinya statuta ajaran ESQ itu sebenarnya masih 'status quo' antara ummat yang meyakininya sesat dan yang meyakininya tidak sesat. Oleh sebab itu hal ini akan menjadi runyam dan pasti timbul keresahan ketika seorang Menteri dengan kekuasaan Negara yang ada padanya, terkesan hendak 'memaksakan' ajaran itu pada sejuta PNS. Bagaimana! kelak dengan PNS yang berkeyakinan bahwa ajaran ESQ itu sesat? Apa mereka tetap 'diharuskan' mengikutinya? [/b].bottom custom html 1
Technorati
Technorati
Post a Comment