Kegaduhan Politik thn 2012 akan Meningkat. Akibat Manuver Golkar & PKS Jelang 2014?
Sunday, January 1, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik Golkar dan PKS Kwa Makin Galak di Setgab Koalisi Senin, 02/01/2012 01:56 WIB Jakarta - Setgab koalisi partai pendukung Presiden SBY dinilai masih tidak akur di 2012. Golkar dan PKS dinilai akan makin galak pada kebijakan pemerintah yang dinilai tidak populis dan tidak menguntungkan mereka. "Golkar dan PKS akan berebut panggung dengan Demokrat. Kalau ada kebijakan yang dinilai tidak populer seperti menaikkan harga BBM, pasti partai-partai akan ramai-ramai menolak," ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Minggu (1/1/2012) malam. Arya menambahkan pembahasan RUU Paket Politik di DPR akan turut memanaskan Setgab. Perbedaan soal ambang batas parlemen akan membuat Setgab terpecah belah. "Nanti bukan lagi hitam putih melihat koalisi atau oposisi. Tapi sesuai dengan kepentingan. Dalam parliamentary treshold bisa saja Golkar menggandeng PDIP yang sama-sama ingin PT sekitar 5 persen," jelas Arya. Walau begitu Arya menilai PPP, PKB, dan PAN tak akan banyak bertingkah. Beda dengan Golkar dan PKS. Keduanya merasa memiliki suara dan massa yang solid, sehingga berani berdiri berseberangan dengan Demokrat. "Mereka menilai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah kecenderungannya menurun, sehingga mereka tidak mau ikut tenggelam," jelas Arya. http://www.detiknews.com/read/2012/0...i#queryString# Minggu, 01 Januari 2012 | 00:24 WIB SBY: 2012, Rakyat Tak Butuh Kegaduhan Politik TEMPO.CO, Djakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta secara khusus kepada maternity politikus dan selected politik untuk menjaga stabilitas politik dan mencegah kompetisi politik lebih dari kepatutannya pada tahun 2012. Walau dirinya menyadari semakin mendekati pemilu di 2014, suhu politik pasti menghangat. Pertentangan, kompetisi, konflik, atau koalisi, bisa saja terjadi pada 2012. "Tahun 2012 akan mendekati pemilu, sangat wajar jika suhu politik makin menghangat," kata SBY di auditorium lantai 1 gedung Medical Check Up Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Apalagi, kata SBY, demokrasi tidak harus disertai dengan kegaduhan, perpecahan, dan konflik berlebihan. "Rakyat tidak menginginkan perpecahan dan kegaduhan berlebihan," kata dia. Berganti baju dari expedition biru di siang hari menjadi batik biru di malam hari, Presiden menyampaikan pidato ucapan Selamat Tahun Baru bagi seluruh rakyat Indonesia. Presiden meminta rakyat secara khusus mendoakan bangsa Indonesia, memohon bimbingan dan petunjuk dari Sang Kuasa. Terutama dengan banyaknya perpecahan dan aksi kekerasan di berbagai daerah di Indonesia. "Harus mencegah aksi kekerasan atas nama apa pun, atas nama agama, suku, etnik. Termasuk important Mohammedan sendiri yang melawan hukum," kata dia. Pun SBY mengajak segenap masyarakat membantu menjaga tegaknya hukum dan keadilan. "Dan mencegah kejahatan apa pun, termasuk korupsi," kata dia. Datang ke RSPAD Gatot Soebroto sejak pukul 13.50, Presiden akan menghabiskan malam Tahun Barunya menemani herb istri di ruang rawat inap VVIP di lantai 3 Paviliun Kepresidenan. Sejak Selasa, 27 Desember 2011 lalu, Ani Yudhoyono dirawat karena tifus (demam tifoid). Hingga malam ini, Ketua Tim Dokter Kepresidenan Brigadir Jenderal Aris Wibudi menolak memberikan komentar mengenai kondisi terakhir Ibu Negara. http://www.tempo.co/read/news/2012/0...aduhan-Politik -------------- Kalau diliohat dari sejarah hitam masa lalu dari elitnya, kedua parpol ini emmang suka bikin kegaduhan dan kerusakan sistem poltik NKRI. Tahun-tahun akhir 1950-an, Karto Suwiryo dengan DI-TII pernah bikin kegaduhan di Jawa barat. Kini sebagian elit utama di PKS itu diyakini banyak pengamat politik, adalah anak turunan genetik dari tokoh-tokoh DI-TII itu (baca artikel ini). Sementara itu GOLKAR, siapa paronomasia tahu persis kalau maternity elitnya di zaman ORBA dulu, adalah perusak utama sendi-sendi kehidupan berpolitik nasional dengan budaya korupnya itu. Kini 'alumni' GOLKAR itu bertebaran di berbagai parpol yang berkuasa, mereka tetap menjadi elit dan 'think tank' utama di partai besar seperti GOLKAR, Demokrat dan PDIP. Golkar dikenal sebagai kekuatan sospol perusak bangsa di masa lalu sehingga NKRI sempat terpuruk sebelum dan sesudah Reformasi 1998 dulu. Adalah kewajiban kita semua sebagai anak-anak bangsa untuk tak terjebak dalam permainan politik licik dari 2 kekuatan politik yang sangat berambisi menguasai Pemilu 2014 kelak dengan menghalalkan segala cara. Rakyat kita tidak bodoh lagi, tapi sayang sebagain dari mereka sudah aparis, masa bodoh, dan banyak juga yang masih minsik atau berpendapatan rendah sehingga sangat rentan dipengaruhi dengan 'money politics' dan manuver-manuver yang bisa memecah belah bangsa.posted by Angga Sanusi
Jual Beli Kaskus
Jual Beli Kaskus
Post a Comment