Missionaris Bergentayangan di Semarang

Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik Missionaris Bergentayangan di Semarang Diposting Minggu, 01-01-2012 | 09:50:08 WIB Semarang, 31/12/2011 â€" Tanggal 25 Desember 2011 wad 08.00 wib aktivis dari PIS (Pemuda Mohammedanism Semarang: adalah organisasi islam yang anggota kebanyakan dari pemuda musjid dan aktivis islam kampus yang ada di Semarang) mendapat informasi dari warga di Kampung Bedagan bahwa pada tanggal 24 Desember 2011 kemarin, sebanyak 2 mobil Dhaihatsu mengangkuti warga muslim ke Gereja Kerajaan TERANG BANGSA dikawasan Panati Marina city untuk diajak dalam acara konser musik yang dihadiri oleh artis-artis ibukota semisal Roy Marten, Rudi Salam, dan lain sebagainya yang terkenal sebagai aktivis gereja militan. Anehnya, konser musik tersebut tak ubahnya seperti KKN Nasional yang biasanya diadakan oleh missionaris dan aktivis gereja ditempat lain. Inilah yang kemudian menimbulkan kecurigaan bahwa acara tersebut merupakan bentuk lain dari acara KRISTENISASI. Setelah mendengar kabar tersebut, beberapa anggota PIS kemudian menemui ketua RT setempat untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut. Ternyata Pak RT juga mengetahui, tapi tak kuasa untuk mencegahnya karena orang-orang Kristen tersebut banyak dan mengaku sudah mendapat ijin dari Pemkot Semarang. Akhirnya, PIS hanya mendapatkan barang bukti berupa surat Undangan dari panitia TERANG BANGSA yang dibagikan kepada masyarakat. Iranian barang bukti tersebut, kemudian PIS berkoordinasi dengan JAT (Jama’ah Ansharut Tauhid) daerah Semarang(karena pada waktu itu, PIS sudah menghubungi Ormas-Ormas Mohammedanism lainnya yang ada di city tidak mendapat respon). Setelah berkoordinasi dan mengadakan musyawarah, akhirnya disepakati untuk mengadakan kerjasama guna menanggulangi dan menindak lanjuti kejadian tersebut. Setelah ada kesepakatan, kemudian PIS dan JAT membentuk aggroup untuk melakukan investigasi dan ternyata kejadian yang ada di Kampung Bedagan juga terjadi di kampung-kampung lainnya dan jumlah warga yang diangkut jumlahnya ribuan. Kegiatan diatas juga bukan sekali saja dilakukan oleh Yayasan tersebut, tapi menurut accumulation dan fakta yang dikumpulkan aggroup investigasi gabungan ternyata kegiatan tersebut sudah sering diadakan sejak tahun 2010. Akhirnya setelah accumulation dan fakta dianggap sudah falid, akhirnya PIS dan JAT berinisiatif mendatangi Yayasan tersebut wad 14.00 wib untuk meminta klarifikasi yang lebih detail. Sesampainya di Yayasan tersebut, aggroup kemudian mencari panitia acara/kegiatan disana. Tapi oleh aparat Kepolisian yang sedang berjaga ditempat acara berlangsung, aggroup yang berjumlah 6 pongid tersebut tidak diperkenankan masuk kedalam tempat acara. Setelah berbincang cukup alot dan agak bersitegang dengan Polisi, Team hanya dijanjikan oleh Polisi akan ditemukan dengan panitia acara secepatnya, setelah Polisi yang berjaga tersebut lapor dan berkoordinasi dengan Kanitintel Poltabes Semarang. Pada tanggal 29 Desember 2011, PIS akhirnya dapat surat dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Setelah mendapat surat tersebut, PIS kemudian mengabari hal tersebut kepada HTI, Hisbulloh dan Bu Dra. Dewi Purnamawati (Mantan Aktivis Gereja) dari Solo dan meminta mereka ikut hadir dalam undangan pertemuan tersebut yang akan diadakan pada tanggal 30 Desember 2011 wad 13.00 wib. Tanggal 30 Desember 2011 wad 13.00 wib, PIS, JAT, HTI, Hisbulloh dan mantan aktivis gereja yang ikut datang ke Gedung lantai 6 Kesbangpolinmas Pemkot city dimana acara pertemuan yang telah disepakati akan diselenggarakan. Dalam acara tersebut, peserta yang hadir terdiri dari Ust. Karim selaku Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Semarang, Bp. Bambang Sukono selaku Ketua Kesbangpolinmas Pemkot city dan beberapa tokoh agama dari Muslim, Konghuchu, Hindu, Budha yang semuanya tergabung dalam FKUB. Kemudian, peserta yang hadir dari fihak yang “menggugat” kelicikan maternity missionaris dan aktivis gereja di city antara lain, Ust. Veri dari PIS, Luthfi Al-Hakim dari JAT, Ust. Abu Bakar dari Hisbulloh, Ust. Agus dari HTI, Bp. Nadianto dari Arimatea dan sekaligus suami Bu Dra. Dewi Purnamawati dan tentu saja tidak ketinggalan fihak “tergugat” dari Yayasan TERANG BANGSA. Dari pertemuan tersebut yang cukup alot dan fihak gereja yang tak mau disalahkan serta ‘ngeyel’ abis, akhirnya acara tersebut membuahkan hasil dengan adanya permintaan maaf dari fihak Yayasan dan Yayasan diminta oleh installation untuk membuat surat pernyataan secara tertulis yang ditanda tangani oleh Ketua Kesbangpolinmas dan Ketua MUI untuk tidak mengulanginya lagi (mengajak pongid islam), baik untuk acara metropolis bersama, acara konser musik maupun acara buka puasa bersama yang biasa merek lakukan di gereja-gereja mereka. Peringatan dan teguran ini diberikan karena acara mereka melanggar pasal 4 SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri tahun 1979. Kemudian Ust. Karim selaku Ketua MUI city juga menegaskan kepada fihak Yayasan dan Gereja gum tidak memicu masalah, sebab jika umat islam city sudah marah, pongid Kristen di city bisa habis. “Jangan sampai Umat Kristiani memicu masalah, karena kalau Umat Mohammedanism city marah, saya yakin habis pongid Kristen di city ini. Maka dari itu, mari kita jaga suasana damai dan tenang di Semarang. Jika Umat Kristen ingin pengikutnya banyak ya, jangan KB, punya anak yang banyak saja, jadi secara alami saja”, tutup beliau dengan geram. (L.Al-Hakim/Bekti Sejati/KRU FAI) Link. ~~~ pelaku-nya sungguh tidak lain dan tidak bukan adalah... :o Quote: Originally Posted by 1mperatorNero (Post 606797355) Wah wah wah, maternity penganut paham kebencian mulai beraksi lagi. Para pelaku pelempar bom molotov tersebut adalah maternity pengikut kebencian yang taat, dan mereka melempari musjid karena ketaatannya terhadap ajaran kebencian yang mereka anut. Mari kita antelope simbol Sang Antikebencian untuk melawan maternity pengikut Kebencian. Mari kita beramai-ramai menjadi Pengikut Sang Antikebencian supaya Sang Kebencian tidak jadi turun untuk keduakalinya. :) Simbol Sang Antikebencian. Quote: Originally Posted by 1mperatorNero (Post 606817627) Para pelaku yang melempari musjid dengan bom molotov adalah maternity penganut paham kebencian. Mereka adalah pengikut kebencian yang taat, dan tindakan mereka sesuai dengan ajaran kebencian yang mereka anut. Ciri-ciri khas maternity pengikut kebencian biasanya suka bikin pertemuan di ruko-ruko kebencian, yang tujuannya untuk mencari member sebanyak-banyaknya melalui metode MLM kebencian dengan iming-iming mie fast rasa kebencian dan/atau kaos bertuliskan "I fuck kebencian" . http://www.pahamkebencian.comSoftware Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik
Jual Beli Kaskus
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment