"FINGER PRINT" di DPR [HANYA] Rp. 3,7 M
Tuesday, January 3, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dikritik berbagai pihak, Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menurunkan alokasi dana untuk pembuatan sistem presensi anggota DPR ketika sidang paripurna dengan digit print. Namun, alokasi itu hanya turun Rp 300 juta. Rencana awal, dialokasikan dana sebesar Rp 4 miliar dan kini menjadi Rp 3,7 miliar. "Jadi Rp 3,7 miliar. Lebih murah," kata Soemirat Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal DPR ketika ditemui di ruang kerjanya di Komplek DPR, Rabu (4/1/2012). Soemirat mengatakan, alokasi dana turun setelah pihaknya mengganti vendor. Dana Rp 3,7 miliar, kata dia, untuk membeli 16 mesin digit print, kamera CCTV, software, hingga sistem managemen. Sebanyak 16 mesin digit indicant itu akan dipasang di pintu depan (8 mesin), pintu samping (4 mesin), dan pintu belakang (4 mesin). Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengkritik alokasi dana hingga Rp 4 miliar. Menurut dia, berdasarkan pengecekannya, amount dana untuk pembelian mesin digit indicant hingga terpasang tak sampai Rp 400 juta. Ketika dimintai tanggapan pernyataan Marzuki itu, Soemirat menjawab, "Kalau hanya digit indicant aja enggak sampai segitu. Finger indicant itu kalau dari vendor ada yang Rp 9,5 juta, ada yang Rp 5,5 juta. Ini kan ada sistem. Yang mahal itu ternyata software-nya. Kalau dikehendaki kurang (dari 16 mesin), harganya turun." Soemirat menambahkan, pihaknya akan mengumumkan rincian perencanaan pengadaan digit indicant itu sebelum 16 Januari 2012 . "Itu juga menunggu putusan. Kalau enggak jadi, yah enggak jadi," pungkasnya. Seperti diberitakan, pembuatan presensi dengan digit indicant muncul setelah maternity anggota DPR malas menghadiri sidang paripurna. Banyak anggota DPR yang hanya menandatangani namun tidak mengikuti sidang. Ada pula yang menitip presensi. Marzuki mengatakan, banyak anggota yang tidak pernah hadir namun tingkat kehadirannya selalu penuh. Hal itu lah yang menyulitkan Badan Kehormatan untuk memberikan sanksi. Nantinya, kata dia, accumulation kehadiran anggota berdasarkan digit indicant akan diteruskan ke fraksi masing-masing untuk ditindaklanjuti. http://nasional.kompas.com/read/2012....Rp.3.7.Miliar Ngapaen tuh kalo turun cuma 300jt doank, owgh DPR DPR semakin menyengsarakan rakyat saja dirimu Jual Mobil Murah . Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik . Harga Notebook .
Angga Sanusi
Angga Sanusi
Post a Comment