ternyata 90 persen kebutuhan PERTAMAX masih impor
Thursday, January 12, 2012 by Peter Gibson
top custom html 3BISMILLAH.. moga kagak :repost ya gan.. tapi udah cardinal see kok n g repost :thumbup jangan di :batabig ya gan klo g berkenan.. ane masih dikit cendol, jadi yang berkenan, mohon bantuan :cendolbig nya gan.. :berduka ini ni gan yang pengin TS bahas Quote: JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji pengaturan konsumsi bahan bakar bersubsidi melalui larangan penggunaan payment bagi kendaraan pribadi. Meski tak kunjung diputuskan, sedianya Apr mendatang semua kendaraan pelat hitam harus menggunakan pertamax. Bila information itu jadi dilaksanakan, konsumsi pertamax nasional akan melonjak. Saat ini saja, konsumsi Pertamax 4,69 juta kilolitre (KL) per tahun. Memang, angka ini tak sebanding dengan bensin bersubsidi, premium. Konsumsi payment nasional 20,86 juta KL. Anehnya, dalam paparan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Senin 7 Maret, Direktur Utama Pertamina, Karenic Agustiawan, mengatakan produksi pertamax nasional hanya 0,46 juta KL. Artinya, sebagian besar atau 90 persen kebutuhan pertamax masih impor. Pengamat perminyakan, Kurtubi, mengatakan dengan kondisi produksi pertamax yang sangat kecil itu, pembatasan BBM hanya menambah permasalahan baru. Beban impor bahan bakar Pertamina bakal bertambah. "Bagaimana mobil pelat hitam dialihkan ke Pertamax, kalau sebagian besar masih impor? Ini hanya menambah masalah baru saja," kata dia. Kurtubi mengatakan, sedikitnya produksi BBM dalam negeri terjadi karena Pertamina enggan menanam investasi pembangunan kilang baru. Kilang-kilang yang ada, semua sudah usang. "Rata-rata sudah puluhan tahun," katanya. Pertamina saat ini memiliki enam kilang pengolahan minyak mentah. Kilang-kilang itu antara lain kilang Dumai (Riau) dengan kapasitas produksi 170 ribu barel per hari, kilang Plaju (Sumatera Selatan) sebanyak 118 ribu barel per hari, kilang Cilacap (Jawa Tengah) sebanyak 348 ribu barel per hari, kilang Balikpapan (Kalimantan Timur) sebanyak 260 ribu barel per hari, kilang Balongan (Jawa Barat) sebanyak 125 ribu barel per hari, dan kilang Kasim (Papua Barat) sebanyak 10 ribu barel per hari. Sebanyak 74 persen produksi enam kilang tersebut merupakan BBM. Sisanya minyak bakar, bahan bakar khusus, dan produk non-bahan bakar minyak. Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Mochamad Harun, membantah bila Pertamina tak mau investasi kilang. Sedikitnya produksi pertamax, menurut Harun, karena pasar bahan bakar nonsubsidi itu masih kecil. "Buat apa kami investasi besar-besaran sementara pasarnya sedikit," kata Harun. Harun juga mengatakan, Pertamina tengah menjajaki pembangunan kilang baru untuk menambah kapasitas produksi pertamax. Bila tak ada aral melintang, kilang senilai US$2,5 miliar ini akan meningkatkan produksi Pertamax menjadi 4,47 juta KL pada 2014. Jumlah itu terus meningkat menjadi 8,36 juta KL pada 2017. sumber= http://waspada.co.id/index.php?optio...snis&Itemid=95 Quote: ane berfikir gan, kenapa pemerintah tetep menghimbau gum mobil map hitam pake PERTAMAX ya? kenapa kaga PREMIUM dinaikin sesuai harga minyak dunia (menurut tanggal 13jan2012 seharga 107,1 USD per barel) terus si mobil map hitam boleh milih antara beli BBG atau PREMIUM. dengan notabene payment akan berada pada kisaran Rp7.000 per litre sedangkan BBG pada kisaran Rp 4.000 per liter. tapi malah pemerintah melarang mobil map hitam untuk beli premium. :berduka Quote: Pemerintah: Pembatasan Premium Pasti Berlaku Apr 2012 Sabtu, 07/01/2012 - 06:49 Di tengah hujan kritikan tajam terkait rencana pemberlakuan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, pemerintah tetap bergeming. Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar memastikan, pemerintah akan mengatur konsumsi BBM subsidi bagi mobil map merah mulai Apr 2012. "April ini harus jadi," katanya di Jakarta, Kamis (5/1). Wacana pembatasn konsumsi BBM subsidi ini sudah bergulir sejak 2010. Namun, information ini berkali-kali gagal dilaksanakan. Terakhir, pembatasan akan dilaksanakan pada Nov 2011 kembali diundur hingga Apr mendatang. Ditegaskan Mahendra, pengaturan konsumsi BBM mendatang bukan hanya melarang kendaraan map hitam menggunakan premium, tapi disertai dengan konversi ke bahan bakar gas. Program tersebut, menurut dia, akan dilakukan secara terintegrasi gum information pembatasan berjalan efektif. Saat ini, menurut dia, pemerintah masih merumuskan help konversi, apakah mirip seperti konversi minyak tanah ke elpiji dengan memberi insentif kompor dan tabung gratis, atau menggunakan pola lain. Pemerintah juga masih menyusun pola sosialisasi kepada masyarakat. Meski waktu yang tersisa sudah kurang dari tiga bulan dan sampai saat ini banyak kajian yang belum tuntas, mahendra memastikan, secara prinsip pemerintah sudah siap. "Kita sudah tidak perlu persoalkan lagi, sudah bicara ke take eksekusi. Sekarang kami dalam ranah penyempurnaan sistem eksekusi itu,â tuturnya. Diakui Mahendra, kebijakan pembatasan tersebut tidak mungkin 100% berjalan sempurna. Namun, menurut dia, information tersebut tetap harus dilakukan, untuk mengurangi beban negara. "Kami akan terus menyempurnakan, karena masih ada beberapa opsi," katanya. Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo menyatakan, sosialisasi pembatasan BBM subsidi akan dimulai marten depan secara besar-besaran. Menurut dia, saat ini pemerintah sudah membentuk tim sosialisasi. âSosialisasi akan dilakukan melalui media cetak dan elektronik serta melalui pemberitaan media massa,â tuturnya. Terkait aturan pelaksanaannya, Widjajono mengatakan, pemerintah akan segera menerbitkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2005 dan Perpres Nomor 9 tahun 2006 tentang masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Peraturan tersebut dijadwalkan terbit marten depan. Namun, menurut dia, saat ini paronomasia pemerintah sebenarnya sudah memiliki dasar hukum yang lebih kuat, yaitu Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012. Untuk mekanisme pelaksanaan, lanjut Widjajanto, nantinya kendaraan pribadi roda empat dilarang menggunakan payment dan harus beralih ke pertamax atau BBG. Hanya kendaraan umum dan roda dua yang bolek menggunakan premium. âKalau nekat salah jalur, enggak dilayani. Kalau dilayani, yang salah pegawai SPBU-nya," tutur Widjajanto. Begitu juga untuk pemilik SPBU, menurut dia, yang selama ini lebih banyak menjual payment harus beralih menjual pertamax. Nantinya SPBU yang menjual payment hanya akan difokuskan di jalur-jalur angkutan umum. âSPBU juga harus menyediakan tempat terpisah untuk pengisian payment bagi kendaraan umum dan roda dua, sehingga mobil pribadi tidak akan bisa ikut membeli premium,â tuturnya. Bagi kendaraan umum, lanjutnya, juga akan dipantau menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) untuk mencegah bocornya BBM subsidi kepada pengguna yang tidak berhak. "Penyelewangan akibat information pembatasan pasti ada. Namun, tujuan pengurangan subsidi akan tercapai," katanya. sumber= http://www.pikiran-rakyat.com/node/172168 (A-150/das) yang cardinal lihat di berita televisi, beberapa pakar berpendapat bahwa ada kecenderungan pemerintah disetir pihak asing pengekspor PERTAMAX ke indonesia gan.. :berduka :cd Quote: tapi silakan agan menyimpulkan sendiri, cardinal cuma memberikan informasi yang semoga bermanfaat untuk agan sekalian.. :iloveindonesia ane pribadi sih menyayangkan kenapa pemerintah tidak mempertahankan produk dalam negeri (PREMIUM) buatan pertamina yang dipakai, malah memakai produk asing (PERTAMAX). ane sangat senang apabila semua pemimpin seperti bapak jokowi
yang menggunakan mobil buatan dalam negeri (mobil esemka)
:matabelo tapi klo memang itu jalan yang terbaik, ya mari kita dukung, tapi kalo bukan mari kita luruskan bersama :berduka jangan di :batabig ya gan klo g berkenan.. :berduka ane masih dikit cendol, jadi yang berkenan, mohon bantuan :cendolbig :cendolbig :cendolbig :cendolbig :cendolbig :cendolbig nya gan.. :berduka tolong dibantu evaluate :rate5 :rate5 :rate5 :rate5 :rate5 ya gan.. :matabelobottom custom html 1
Google
Post a Comment