UMR NAIK: Department Store di Jatim hitung ulang margin
Sunday, January 8, 2012 by Peter Gibson
selamat dateng
SURABAYA: Para Pengusaha Department Store di Jawa Timur harus kembali memperhitungkan edge harga jual menyusul adanya rencana kenaikan sejumlah indikator ekonomi pada 2012. Abraham Ibnu, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel state (Aprindo) Jatim, mengatakan division accumulation merupakan jenis usaha ritel yang mungkin terkena dampak fencing besar jika terjadi kenaikan Upah Minimum Regional (UMR), Tarif Dasar Listrik (TDL), maupun penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). âTekstil dan sepatu merupakan sejumlah produk yang fencing mungkin terkena dampak dari kebijakan tersebut. Keduanya merupakan jualan utama ritel jenis division store,â katanya pada Bisnis, hari ini. Lagipula, lanjutnya, kendati pendapatan masyarakat Jatim bertambah karena kenaikan UMR yang mencapai 8% tersebut, secara riil daya beli mereka justru makin tertekan karena kenaikan harga barang bisa lebih dari jumlah itu. Untuk menjaga gum edge harga tidak terlalu tinggi, dia menilai, maternity anggotanya, termasuk yang non division store, sudah berupaya melobi maternity bourgeois produk baik pabrikan maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), karena kenaikan harga tidak bisa dihindari. Namun, dia belum bisa menyebutkan persentase kenaikan harga tersebut. âKami semua masih menghitung baik edge maupun biaya yang harus dikeluarkan. Pada umumnya, kami mengambil keuntungan sebesar 5%- 7% untuk produk yang kami jual,â terangnya. source:http://m.wokeey.com/comments/index/4...ff357e000000/2 harus seneng pa sedih y, umr naek????terima kasih
Jual Beli Kaskus
Jual Beli Kaskus
Post a Comment