Wamenag: Jelang Pilkada, Dukun Laris
Sunday, January 8, 2012 by Peter Gibson
selamat dateng Quote: Pekanbaru (ANTARA News)- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengatakan, di epoch reformasi dan globalisasi dewasa ini ada fenomena yang makin menguat di tanah expose bahwa menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada)praktik perdukunan makin menguat dengan diiringi permainan "amplop" atau pemberian uang. Hal ini merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan, kata Nasaruddin Umar di hadapan ratusan warga Kementerian Agama Provinsi Riau saat berlangsung Hari Amal Bakti (HAB) ke-66 kementerian tersebut, di Pekanbaru, Minggu malam. "Praktik mistik dan dukun laris di Pilkada," kata Nasaruddin yang tiba-tiba disambut tepuk tangan riuh maternity tamu undangan. Hadir pada acara tersebut Ka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Asyari Nur dan maternity pejabat di lingkungan kementerian setempat. Wamenag mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Sebab, selain merusak nilai-nilai agama juga membawa pengaruh buruk bagi kehidupan berbangsa. Sementara di sisi lain ia melihat maternity calon yang bertarung dalam Pilkada merasa tak percaya diri jika tidak didukung dukun. Mereka merasa tak punya pegangan. Padahal perbuatan demikian telah menyeret yang bersangkutan terjerumus ke tindakan musrik. Pada saat bersamaan Pilkada berlangsung, lanjut Wamenag, permainan sogok atau amplop ikut mengiringi. Semua harus berbau amplop untuk memuluskan keinginan yang pada akhirnya secara tak sadar membawa keruntuhan akhlak, etika dan nilai agama. Jika kejujuran dan bertindak di luar koridor tuntunan agama, kata Nasaruddin Umar,sehingga jangan heran kekerasan atas nama agama paronomasia ikut mewarnai, seperti terorisme. (E001/A011) Editor: Ella Syafputri antara news Hehehehe segala cara dilakukan biar laris dipilih, dukun, serangan subuh sama amplop. kalo masuk rumah makan juga sering liat tuh ada tulisan aneh gitu di pintu masuknye :eek:terima kasih
Angga Sanusi
Angga Sanusi
Post a Comment