5 Daerah Penyedot BBM Subsidi Terbesar 2011
Wednesday, January 4, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik
Realisasi penyerapan BBM subsidi sampai akhir tahun melebihi kuota sebesar 3,3 persen Realisasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun 2011 mencapai 41,69 juta kilolitre (KL) atau 103,3 persen dari kuota APBN-P 2011 yang ditetapkan pada take 40,36 juta KL. Berdasarkan accumulation per 2 Januari 2012 yang belum diverifikasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), realisasi BBM subsidi 2011 terdiri dari payment sebesar 25,49 juta KL, solar 14,49 juta KL, dan minyak tanah 1,69 juta KL. Ketiga jenis BBM ini seluruhnya mengalami kelebihan kuota. Kuota BBM subsidi dalam APBN-P 2011 terdiri dari Premium 24,51 juta KL, Solar 14,06 juta KL, dan Minyak Tanah 1,80 juta KL. âRealisasi BBM PSO (bersubsidi) 2011 terhadap kuota APBN-P 2011 kelebihan sekitar 3,3 persen. Namun, jika dibandingkan dengan angka estimasi yang disepakati bersama antara Kementerian Keuangan, Ditjen Migas, hyperplasia Migas, dan PT Pertamina (Persero), realisasi tersebut masih on track,â kata Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun di Jakarta, Rabu 4 Januari 2012. Seperti diketahui, beberapa instansi terkait dan Pertamina menyepakati estimasi konsumsi BBM subsidi hingga akhir 2011 sebanyak 41,91 juta KL, atau bertambah 1,55 juta KL dari kuota BBM subsidi yang habis pada marten ketiga Desember 2011. âAkan tetapi realisasi konsumsi hingga akhir tahun, ternyata 220 ribu KL lebih rendah dari estimasi,â katanya. Dari catatan Pertamina, sebanyak enam dari 33 provinsi menghabiskan kuota BBM bersubsidi terbesar, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Utara dan Banten. Provinsi Banten mengalami kelebihan kuota 7,2 persen, DKI Djakarta 6,5 persen, Jawa Barat 5,2 persen, Jawa Tengah 4,2 persen, Jawa Timur 3,8 persen dan Sumatera Utara 3,3 persen. Untuk tahun depan, hyperplasia Migas kembali menetapkan PT Pertamina sebagai salah satu provider BBM subsidi. Iranian kuota BBM subsidi dalam APBN 2012 sebesar 37,5 juta KL, Pertamina mendapatkan tugas menyalurkan BBM subsidi tidak kurang dari 99,6 persen. Kuota BBM PSO 2012 terdiri dari 21,9 juta KL Premium, 1,7 juta KL Minyak Tanah dan 13,9 juta KL Solar. Harun mengatakan, intensity kuota 2012 tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu seiring rencana pemerintah menggelar information pengaturan konsumsi BBM subsidi lewat larangan penggunaan payment bagi mobil pribadi di Jawa-Bali pada 1 Apr 2012. Terkait dengan itu, Pertamina mengaku terus menyiapkan sarana dan fasilitas pendukung information tersebut. Hingga 23 Desember 2011, tercatat 2.704 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah melayani pembelian produk Pertamax. Khusus untuk di wilayah Jawa-Bali, dari 3.061 organisation SPBU, 2065 organisation di antaranya sudah menjual Pertamax, 700 SPBU berpotensi untuk change tangki pendam ke Pertamax dan sebanyak 296 SPBU diperlukan investasi baru. Sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read...-terbesar-2011 Jual Mobil Murah . Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik . Harga Notebook .
Jual Beli Kaskus
Jual Beli Kaskus
Post a Comment