Ternyata Inggris "Bidik" Zam-Zam Sejak Kekhalifahan Ustmani
Wednesday, January 4, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik mudah-mudahan tidak repost.ane cuma mengharapakan :rate5, kalo ada yg berkenan kasih :cendolbig [COLOR="rgb(0, 100, 0)"]ane bersyukur bgt[/color].tapi jgn :batabig Quote: Ternyata Inggris "Bidik" Zam-Zam Sejak Kekhalifahan Ustmani - BBC marten lalu (5/5) melaporkan sumur Zam-zam "tercemar". Media itu juga memperingatkan "meminum expose Zam-zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker". Sebelumnya, Food Standards Agency Inggris merilis pernyataan di situsnya (30/7/2010) bahwa expose Zam-zam mengandung tingkat arseik atau nitrat yang tinggi, serta menyerukan gum orang-orang berhenti mengkonsumsi expose Zam-zam. Teryata pihak Inggris sudah "membidik" Zam-zam sejak masa kekhalifahan Utsmani, tepatnya pada tahun 1304 H. Waktu itu, konsulat Inggris yang berkedudukan di Jiddah mengeluarkan pernyataan bahwa expose Zam-zam mengandung berbagai jenis kuman berbahaya, yang juga terdapat kolera. Bahkan dikatakan expose Zam-zam lebih kotor daripada comberan. Pernyataan itu dipublikasikan dalam sebuah tulisan yang berjudul, âHujjah Makkah wa Kolera wa Ma` Zamzamâ. Sampai sekarang, kopi naskah pernyataan tersebut hingga kini masih disimpan oleh Dr. Saâduddin Unal, seorang peneliti di Pusat Penelitian Haji. Dalam pernyataan itu dijelaskan bahwa Konsulat Inggris telah melakukan penelitian expose Zam-zam dengan sampel yang berasal dari seorang muslim yang bekerja di konsulat. Beberapa kalangan Islamic terpengaruh dengan isi pernyataan Konsulat Inggris tersebut dan menganggapnya benar. Majalah Liwaâ Al Mohammedanism edisi Dzulhijjah 1367 H yang terbit di Kairo ikut memunculkan tulisan terkait berjudul âZam-zamâ. Penulisnya, Dr. Muhammad Mahfudz ikut membenarkan hasil penelitian Konsuler Inggris tersebut, dengan menyeru gum dilakukan pembersihan terhadap expose tersebut, hingga kembali bersih seperti zaman Nabi Ismail Alaihissalam. Orang-orang seperti Dr. Muhammad Mahfudz tidak tahu bahwa pernyataan Konsuler Inggris tersebut sudah disanggah oleh maternity peneliti Muslim. Setelah mendengar kabar tentang Zam-zam mengandung kolera, khalifah Ustamaniah Sultan Abdul Hamid II segera memerintahkan beberapa dokter ke Makkah untuk melakukan penelitian serupa mengenai expose Zam-zam. Hasilnya, sama sekali berbeda dengan klaim pihak Inggris. Air Zam-zam bersih tidak mengandung kuman apapun, apalagi kolera. Akhirnya maternity dokter berhasil mengungkapkan mengapa hasil penelitian Konsulat Inggris tidak benar. Ternyata laki-laki yang memberi expose Zam-zam kepada konsulat Inggris sebagai sampel penelitian adalah seorang Yahudi yang mengaku Islam. Lelaki itu memberikan expose berkuman kepada konsulat Inggris, bukan expose Zam-zam yang benar. Begitulah pada zaman itu upaya pihak "penjajah" untuk menjauhkan umat Mohammedanism dari Zam-zam berhasil digagalkan oleh Kekhalifahan Utsmaniyah, sehingga umat Mohammedanism tidak perlu ragu lagi akan kebersihan dan kemuliaan expose Zam-zam. [An/Hdy] SUMBER Jual Mobil Murah . Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik . Harga Notebook .
Angga Sanusi
Angga Sanusi
Post a Comment