Hujan Tak Berhenti, 78 hektar tanaman Cabe Rusak Parah
Wednesday, January 11, 2012 by Peter Gibson
selamat datangLENSAINDONESIA.COM: Curah hujan yang terus menerus melanda daerah Kabupaten Kediri mengakibatkan petani cabe merugi. Lebih dari 78 hektar tanaman cabe di Kabupaten Kediri rusak. Penyebabnya, cuaca buruk yang terjadi, kerusakan tanaman cabe terbanyak dijumpai di Kecamatan Ngasem. Selain mudah terserang penyakit, buah juga banyak yang rontok. Tentu saja, maternity petani harus bersiap-siap menderita kerugian. âKarena curah hujan yang turun secara tidak menentu membuat buah cabe rontok sebelum waktunya masak. Selain itu, buah cabe juga terserang penyakit, bahkan banyak yang mati akibat akar tanaman layu,â ujar Ketua Peguyuban Petani Mardi Waluyo Sukarni, Rabu (11/01). Menurut hitungan petani, jika dalam kondisi normal, bulan ini seharusnya sudah memasuki masa panen perdana. Namun, karena cuaca yang kurang bersahabat membuat petani menanggung resiko kerugian. Para petani harus melakukan perawatan ekstra dengan menambah obat-obatan atau menyianginya. Karena kondisi ini, maternity petani mengaku masih dapat untung jika harga cabe kisaran Rp 15 ribu perkilonya. Namun jika harga cabe bertahan seperti saat ini yang hanya Rp 7,5 ribu rupiah perkilo, maka dipastikan petani akan merugi. Sebab, untuk 1 hektarnya, modal yang dikeluarkan mencapai Rp 5 sampai 6 juta. [spoiler=[COLOR="Blue"]SUMBER[/color] Hujan Tak Berhenti, Puluhan Hektar Tanaman Cabe Rusak Parahterima kasih telah berkunjung
Technorati
Technorati
Post a Comment