selamat datangTuding KPU 'Ngotot' Menangkan Istri Gubernur, Mahasiswa Blokir Jalan di Pekanbaru Pasangan Firdaus MT - Ayat Yang Kemenangannya dua Kali Dibatalkan Rabu, 11 Januari 2012 - 14:50 Seruu.com - Ratusan pengunjuk rasa memblokade Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau, Rabu (11/1/2012), dan mereka mengecam kinerja dan netralitas Komisi Pemilihan Umum setempat terkait pilkada. "Kami akan melumpuhkan kota ini sebagai bukti aksi yang kami lakukan ini murni, bukan aksi golongan," kata perwakilan organisasi mereka, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim state (KAMMI), dalam orasinya. Aksi massa gabungan itu adalah lanjutan dari gelombang unjuk rasa yang sebelumnya sempat melempar telur ke kantor KPU Pekanbaru. Juru bicara aksi Anis Munzil menuding KPU Pekanbaru tidak memiliki akal sehat karena terkesan "ngotot" mendudukkan pasangan Septina Primawati-Erizal Muluk sebagai Wali Kota Pekanbaru melalui Mahkamah Konstitusi (MK) dan belakangan melalui KPU dengan membatalkan secara sepihak kemenangan Firdaus MT- Ayat cahyadi, pesaing Septina yang notabene merupakan istri Gubernur Riau yang sedang berkuasa. "Padahal dua kali Septina (salah satu calon Wali Kota Pekanbaru) kalah telak diseluruh kecamatan dalam pilwakot dan PSU," katanya. Aksi unjuk rasa yang mulai marak di Pekanbaru itu, kata Anis, sebagai buntut kekesalan berbagai lapisan masyarakat terhadap proses politik yang disebutnya sebagai sebuah kesewenang-wenangan. Meskipun begitu, dia menolak jika aksi tersebut terkait langsung dengan kasus pembakaran rumah Komisioner KPU Pekanbaru, Makmur Hendrik dan penembakan yang menimpa rumah Ketua Tim Sukses Septina-Erizal, Muhammadun Royan baru-baru ini. "Kita tunggu polisi mengusutnya," kata Anis. Pengunjuk rasa yang merupakan gabungan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim state (KAMMI) Pekanbaru, Himpunan Mahasiswa Mohammedanism (HMI) Pekanbaru dan komponen masyarakat Pekanbaru juga melakukan aksi berbaring di jalan dan menggelar orasi. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas menuju ke pusat kota di alihkan ke Jalan Cut Nyak Dien. Sebelumnya, sebagian massa yang terdiri dari kelompok ibu-ibu sempat memblokade arah berlawanan, namun tidak berlangsung lama, setelah dilakukan negosiasi oleh petugas kepolisian yang mengawal ketat aksi itu. Sementara itu, Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein yang turun langsung untuk menenangkan massa, meminta demonstran tidak anarkis dan memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat lain untuk mendapatkan kenyamanan. "Kita hormati kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun tolong berikan kenyamanan untuk mendapat rasa nyaman dan aman," kata Suedi. Hingga berita ini diturunkan, pendemo masih membloklade jalan dan menduduki gerbang kantor Gubernur Riau yang berada tak jauh dari lokasi aksi. Pilkada Pekanbaru sudah digelar sebanyak dua kali dan keduanya menghasilkan perhitungan suara yang dimenangkan oleh pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi. Namun belakangan KPU Pekanbaru membatalkan kemenangan pasangan Firdaus - Ayat Cahyadi. http://www.seruu.com/kota/medan-seru...n-di-pekanbaru Isteri Pak Gubernur yang maju Pilkada Walikora Pekanbaru Pilkada Ulang, Istri Gubernur Riau Harus Menelan Pil Pahit Kedua Kalinya Tuesday, Dec 27th, 2011 Pekanbaru-JP : Istri Gubernur Riau Rusli Zainal, Septina Primawati Rusli, harus menelan pil pahit kedua kalinya. Septina Primawati-Eriza Muluk menolak tanda tangani hasil penghitungan suara hasil rekapitulasi ulang Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Firdaus MT -Ayat dengan suara 153.856 suara atau sekitar 61,76 persen, untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru, Selasa (27/12) di Pekanbaru, Riau. Dari hasil perhitungan tersebut, kubu Septina-Erizal Muluk mendapat 95.271 suara atau sekitar 38,24 persen. Juru bicara kubu Septina, Eva Nora, menyatakan, dia belum mau menandatangani berita acara rekapitulasi suara, karena banyak ditemukan kecurangan. “Di antaranya terdapat sistem perjokian dengan menyoblos lebih dari satu suara dan surat suara berlebih,” ujar Eva. Pemilihan wali kota Pekanbaru terpaksa diulang pada 21 Desember 2011, karena kubu Septina menolak hasil pemilihan pada 18 Mei 2011, dengan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Meski gugatan dikabulkan, hasil pemungutan suara ulang kembali menyatakan kubu Septina kalah. http://jurnalpatrolinews.com/2011/12...kedua-kalinya/ New-KKN ... Istri & Adik Ipar Gubernur Riau Nyalon Pilkada Minggu, 14 November 2010 04:02 wib PEKANBARU - 2011 merupakan tahun kompetisi untuk menjadi bupati dan wali kota di Riau. Kini isu politik paronomasia berkembang, Septina Primawati, istri Gubernur Riau, Rusli Zainal dikabarkan akan maju menjadi calon Wali kota Pekanbaru. Adik iparnya, bakah sudah memastikan mencalonkan menjadi bupati di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Septina belakangan ini rajin mendatangi masyarakat dengan berbagai jenis kegiatan yang dikemas selaku Ketua PKK Provinsi Riau. Septina paronomasia acap kali membuat acara serimonial untuk menimbulkan kesan dekat dengan masyarakat Pekanbaru. “Memang secara resmi Septina belum mendaftar ke KPUD Pekanbaru. Tapi siapa yang tak tahu, kalau istri gubernur itu akan bertarung dalam Pemilukada 2011 mendatang. Buktinya saja belakangan ini Septina sudah melakukan kampanye terselubung ke mana-mana,” ujar Hasan Basri, warga Pekanbaru kepada okezone, Sabtu (13/11/2010). Tidak hanya istri Gubernur Riau yang berniat ingin menjadi kepala daerah. Adik ipar Gubernur Riau, Jhoni Irwan yang menjabat Asisten I Pemprov Riau itu juga tak mau kalah dengan kakaknya sendiri. Jhoni Irwan malah sudah mendeklarisikan dirinya berpasangan dengan Deswanto. Kabarnya, dia mendapat dukungan dari PAN. http://news.okezone.com/read/2010/11...nyalon-pilkada --------------- Hampir rata-rata Pilkada saat ini, setelah suaminya sudah 2X terpilih sebagai Kepala Daerah, selalu 'menyodorkan' untuk calon penggantinya adalah isterinya. Contohnya aja di beberapa daerah kota dan kabupaten di jawa Timur saat ini, untuk masa 2012 ini, beberapa Kepala Daerah harus lengser karena sudah 2 kali menjabat. tapi itulah, cukup banyak Kepala Daerah itu sudah mempersiapkan penggantinya kelak, yang tak lain adalah isteri atau bininya sendiri. Bahkan ada Bupati di Kediri tahun lalu, mencalonkan sekaligus 2 bininya (bini muda dan Bini Tua) untuk di adu dalam Pilkada. Untung yang memang Bini Tua. Fenomena ini, selain apalagi niatnya kalau bukan untuk melanggengkan kekuasaan Dinastinya, terungkap pula ada kaitannya dengan praktek korupsi si Kepala Daerah selama menjabat dulu. Ada kekhawatiran bila yang menggantikannya bukan dari anggota keluarganya, maka Kepala Daerah yang baru akan mengungkap praktek korupsi yang pernah dilakukan sebelumnya Kepala daerah yang lama. Dan otomatislah, Kepala Daerah yang baru tidak akan 'menghalang-halangi' atau ' melindungi' Kepala daerah yang lama kalau Lembaga KPK atau kejaksaan mulai turun gunung mengungkap kasus korupsinya dulu, apalagi kalau Kepala Daerah yang lama itu bukan pongid se partai dengan Kepala Daerah yang baru. Maka secara hitungan matematis, kalau yang naik kelak menjadi Kepala Daerah berikutnya adalah Isteri atau Ipar atau Anak si Kepala Daerah itu, bisa diharapkan kasusnya tidak dibongkar. Atau setidaknya, Pejabat Kepala Daerah yang masih keluarga dekatnya itu, akan melindungi dan menutup-nutupi (bahkan mungkin mengh! ilangkan barang bukti) bila suami atau ayahnya mulai di korek-korek oleh KPK atau Kejaksaan.terima kasih telah berkunjung
Technorati
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment