Mengantisipasi BANJIR BESAR di Ibu Kota 2012, pada Kemana aje tuh Akhlinya?
Saturday, January 7, 2012 by Peter Gibson
Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik
Mengantisipasi BANJIR BESAR di Ibu Kota Jumat, 06 Januari 2012 08:12 WIB BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan curah hujan tinggi akan menerpa Banten, Jawa Barat, dan DKI Djakarta pada Januari hingga Februari 2012. Kabid Data dan Informasi BMKG Region II Bambang Suryo mengatakan sifat hujan yang terjadi di tiga provinsi itu digolongkan pada sifat hujan di atas normal. Sifat itu berdasarkan perhitungan pola curah hujan selama siklus 30 tahun sebelumnya. Atas perhitungan itu, Bambang memperingatkan pemerintah di tiga provinsi tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi banjir besar. Siklus banjir lima tahunan di Ibu Kota, seperti yang terjadi pada 1997, 2002, dan 2007, memang sudah diprediksi akan hadir kembali tahun ini. Pemerintah paronomasia telah mendapat pinjaman dari Bank Dunia Rp1,35 triliun untuk mengantisipasinya. Namun, penggunaa dana untuk proyek bernama Djakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) itu seakan terlambat karena Pemprov DKI baru akan melakukan protective proyek pada Maret atau Apr 2012. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Djakarta Ery Basworo mengatakan saat ini proyek itu dalam tahap prakualifikasi dan persiapan lelang untuk menentukan pelaksana dari setiap paket pekerjaan. "Diperkirakan Maret atau Apr akan lelang tender. Namun, bukan berarti (dana) langsung dapat digunakan untuk program, harus memasuki tahap evaluasi selama kurang lebih satu tahun. Jadi, (dana) kurang lebih baru bisa digunakan awal tahun depan," ujar Ery. Dana Rp1,35 triliun itu, lanjut Ery, dibagi dua. Perinciannya sebagai pinjaman pemerintah pusat sebesar Rp631 miliar atau 46,6% dan pinjaman Pemprov DKI Rp724 miliar atau 53,4%. Dana tersebut, ujarnya, dapat digunakan dengan dana pendampingan APBD untuk mengeruk 10 sungai, yaitu Sungai Grogol, Sekretaris, Krukut, Cideng, Pakin, Kali Besar, Ciliwung, Gunung Sahari, Sentiong, dan Sunter. Selain itu, dana dipakai untuk menormalisasi empat waduk, yaitu Waduk Melati, Sunter Utara, Sunter Selatan, dan Sunter Timur II, serta mengeruk Kanal Banjir Barat. Untuk penanganan dan pengendalian banjir tahun ini, Ery mengatakan ada lima pekerjaan yang dilakukan Pemprv DKI. Lima pekerjaan itu ialah pembangunan tanggul di pantai utara Jakarta, sistem drainase, pelebaran dan pengerukan sungai, sistem polder, serta normalisasi waduk dan kali. Pemprov DKI juga telah menggelontorkan dana Rp130 miliar untuk penanganan genangan di 224 titik, perbaikan saluran perkotaan, serta pengoperasian 78 pompa expose bergerak, dan 32 pompa permanen di lima wilayah Jakarta. Agar kawasan pesisir bisa terlindungi dari hempasan gelombang pasang, Pemprov DKI tengah membangun tanggul raksasa di sepanjang 32 klick pantai utara Jakarta. Menurut Ery, pembangunan tanggul-tanggul itu berlangsung bertahap. Saat ini Pemprov DKI baru memulai pengerjaan Tanggul Marunda di Kecamatan Cilincing. Tanggul yang terbentang sepanjang 700 cadence dari Marunda hingga perbatasan Bekasi akan ditinggikan hingga 3,5 cadence gum dapat menahan terjangan expose pasang. Di sisi lain, pengerjaan tahap pertama Tanggul Kamal Muara, Penjaringan, sudah hampir rampung. Anggaran penanganan rob, menurut Ery, sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar. Upaya penanggulangan banjir juga dilakukan di tingkat pemerintahan kota.
Siklus 5 tahunan thn 2012, Banjir Besar Ancam Jakarta Kenangan Bajir Besar Djakarta 2007 lalu ... Bila banjir datang, kawasan elit paronomasia dia tak peduli ... Kesiapan aparat Bukan cuma pembangunan infrastruktur, Pemprov DKI juga mempersiapkan aparatnya untuk sigap membantu korban banjir. Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Djakarta Timur Idris DN menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti dinas sosial, TNI, dinas PU air, serta pihak kecamatan di sejumlah wilayah yang diprediksi akan terkena banjir. Penanganan banjir akan dibagi dalam tiga tahapan, yakni prabanjir, saat banjir, serta pascabanjir. "Untuk sebelum banjir, antisipasi akan dilakukan dengan melihat ketinggian entry expose di sejumlah pintu expose seperti Katulampa, Depok, serta Manggarai untuk dijadikan acuan," katanya. Tahapan kedua yaitu pada saat banjir, tim pemadam kebakaran dan instansi terkait disiapkan untuk memberikan bantuan berupa tenda di wilayah pengungsian, perahu karet, dan logistik. Pada tahapan pascabanjir, aparat digerakkan untuk membantu warga membersihkan rumah-rumah yang terendam. Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga telah mempersiapkan anggota mereka untuk membantu korban banjir. Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Agung Budi Maryoto menyebutkan peran polisi dalam menghadapi bencana banjir dengan turut membantu evakuasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Rapat kordinasi sudah dilakukan," ujarnya. Kepala Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Pamat) Subdit Gasum Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Komisaris Wagimin mengatakan pihaknya juga telah mempersiapkan dua kendaraan taktis (rantis). Dua rantis yang diberi nama Darfy dan Ferrari itu dapat menembus expose sedalam 1,5 cadence dan digunakan untuk memberi bantuan mengevakuasi korban banjir. "Darfy dapat digunakan untuk menembus banjir sedalam 2 meter, sedangkan Ferrari mempunyai crane yang bisa digunakan untuk mengangkat beban hingga 2 ton," imbuh Wagimin. Bukan cuma itu, 30 personel yang terlatih melakukan penyelamatan juga akan diterjunkan. Para anggota itu akan dilengkapi peralatan seperti perahu karet, pelampung, gergaji mesin, shaper set, dan bahkan kantong mayat. http://www.mediaindonesia.com/read/2...AR-di-Ibu-Kota
Sepekan Diguyur Hujan, Djakarta Masih Aman Banjir Tapi sampai Kapan? Sabtu, 7 Januari 2012 13:08 wib JAKARTA - Meski beberapa hari terakhir ini hujan mengguyur dengan lebat, Djakarta masih dalam keadaan aman dari banjir. Pasalnya, ketinggian pintu expose di Manggarai masih 690 cm atau dibawah ketinggian normal, yaitu 750 cm. Demikian dipaparkan Kepala Pintu Air Manggarai, Pardjono. Menurutnya, keadaan expose saat ini masih dikatakan aman dan normal. "Saat ini (11.00 WIB) Lewat komunikasi radio, saat ini ketinggian di Katulampa, Bogor masih 10 cm dan di Depok 105 cm," ujarnya saat dihubungi okezone, Sabtu (7/1/2011). Dia mengatakan, jika memang ketinggian expose di Kali Ciliwung sudah tidak memungkinkan tentu pihaknya akan segera melakukan melakukan antisipasi dengan membuka kedua pintu expose Manggarai. "Tapi sekarang dari Depok dan Bogor masih normal, belum ada kenaikan air, jadi masih siaga III," terangnya. Sepekan ini, hujan mengguyur Djakarta dengan lebat. Dibeberapa titik paronomasia mengalami genangan air. Tak hanya banjir, hujan di marten ini membuat beberapa lokasi terkena imbas pohon tumbang. http://news.okezone.com/read/2012/01...ih-aman-banjir ----------------
Untuk activity kalau terjadi banjir besar seperti di Siam akhir tahun lalu, warga Djakarta sebaiknya mulai siap-siap dengan perahu karet, kompor pedal elpiji mini, mie fast dan telor, expose mineral, dan selimut serta obat gatel-gatel. Jangan terlalu berharap uluran tangan Pemda, apalagi satgas Parpol, terlalu lama. Dan lagi, satgas parpol itu biasanya pilih-pilih wilayah, yang mereka prioritaskan daerah-daerah yang pemilu lalu warganya banyak memilih partainya. Paham? ... :berduka Jual Mobil Murah . Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik . Harga Notebook .
Jual Beli Kaskus
Jual Beli Kaskus
Post a Comment