Selamat membaca . Software Akuntansi Laporan Keuangan Terbaik Salah seorang anggota DPR dari Gerindra, wife Maryam Politisi Mulai Cari Simpati Tahun 2012, Awas Jangan Tertipu! Senin, 02/01/2012 05:27 WIB Jakarta - Para politisi, mulai dari kelas calon anggota DPRD, DPR hingga calon presiden, akan memulai merebut simpati masyarakat tahun ini. Tahun 2012 dinilai sebagai waktu yang saint untuk mulai memperkenalkan diri pada calon konstituen. Seribu janji akan diumbar maternity politisi ini. Awas jangan sampai tertipu! "Masyarakat harus jeli melihat jelas rekam jejak Parpol. Bagaimana kebijakan partai menanggapi isu-isu penting seperti pengemplang pajak, pelanggaran hukum, dan korupsi menjadi penting," ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Minggu (1/1/2012) malam. Arya menilai masyarakat paronomasia perlu memperhatikan sosok politisi yang akan dipilihnya. Selain diusung Parpol yang cocok, harus dilihat juga apakah calon ini mempunyai kapabilitas atau sekadar ikut nebeng nama besar Parpol. Sementara untuk Capres lebih mudah dinilai karena lebih sering tampil di media cetak dan elektronik. Tinggal dilihat sepak terjangnya selama ini. Jika saat ini Capres tersebut duduk di kementerian, dilihat sejauh mana dia mampu menuntaskan tugas-tugasnya. Sementara jika calon tersebut berada di luar pemerintahan, perlu dilihat apakah dia memiliki solusi atas berbagai permasalahan, atau hanya sekadar pedas mengkritik. "Ini yang harus dicermati betul," tutupnya. http://www.detiknews.com/read/2012/0...jangan-tertipu [img]http://padang-today.com/up/berita/RACHEL%20MARYAM.jpg[img] Lupakan derita rakyat, nikmati saja keindahan tubuh mereka, lalu coblos tahun 2014 nanti untuk masuk Senayan kembali ... :D Kepentingan Rakyat Semakin Terpinggirkan di 2012 Senin, 02 Januari 2012 07:07 WIB JAKARTA--MICOM: Tahun 2012 diprediksi akan menjadi tahun sulit bagi jalannya pemerintahan, sehingga kinerja pemerintah akan mulai tidak efektif. Selain karena semua elit politik mulai sibuk menatap 2014, juga persoalan hukum yang melibatkan elit politik akan memuncak. Hal itu diungkapkan Pakar Politik UI Iberamsyah di Jakarta, kemarin. "2012 akan berat bagi bagi rakyat. Saya prediksi jalannya pemerintahan tidak akan efektif. Kepentingan rakyat akan terpinggirkan, kegaduhan politik lebih akan mendominasi," ujar Iberamsyah. Ia mengatakan, nasib koalisi parpol pendukung pemerintah berkuasa akan makin melemah. Hal ini, selain karena masing-masing sudah mengambil ancang-ancang menatap 2014, juga persoalan di parlemen sangat memungkinkan memecah belah Setgab. "Sekarang saja sudah banyak partai membangkang ke SBY, seperti pemilihan KPK kemarin. Dan Koalisi ini akan banyak diuji di Senayan tahun depan. Misalkan PT pemilu," ujar Iberamsyah. Ujian berat koalisi adalah indikasi pembahasan kembali kasus Century yang mengarah ke hak menyatakan pendapat. Selain itu, di sisi hukum, banyak bom waktu yang dibiarkan SBY selama ini akan meledak di 2012. "Wisma Atlet, Hambalang, dan kekerasan polisi akan memuncak di 2012 ini," ungkapnya. Iberamsyah juga memprediksi, maternity calon kandidat peserta pilpres 2014 akan makin terbuka untuk memperkenalkan diri ke publik. Bahkan menurutnya, akan menjadi ajang pamer dan promosi calon-calon presiden dari partai. Meski masih dua tahun, sejumlah partai besar dipastikan memulai ajang promosi dan sosialisasi maternity calon presiden. Tapi masih example contest, belum kelihatan siapa yang ditunjuk, masih propaganda. "Ini periode terakhir SBY, sehingga masing-masing akan bekerja untuk kepentingan sendiri. Parpol akan mulai menganggap koalisi ini bukan kepentingan bersama, masing-masing sibuk mencari keuntungan 2014. Akibatnya meminggirkan kepentingan rakyat," ujarnya. Dengan kondisi semacam itu, lanjut Iberamsyah, maka potensi munculnya ketidakpercayaan rakyat pada pemerintah akan makin besar. Ia mengatakan, aksi turun ke jalan akan makin intensif di tahun 2012. "Kalau rakyat sudah tidak punya kepercayaan terhadap pemerintah, ini sangat berbahaya. Ongkos yang harus ditanggung akan sangat besar. Makanya saya berharap pemerintah menyadari hal itu dan tidak sibuk dengan kepentingannya masing-masing," tandas Iberamsyah. http://www.mediaindonesia.com/read/2...girkan-di-2012 ------------------------- Pembahasan rancangan UU Pemilu 2014 seharusnya akan melahirkan pasal-pasal yang baik, terutama yang menyangkut kwalitas SDM anggota DPR/D itu, terutama moralnya. Hanya saja mengukur kwalitas moralistic itu amat sulit. Apa yang terekam di awalnya baik-baik dan berbudi luhur, belum tentu prilakunya akan tetap begitu. Lihat aja tuh kasus politisi PKS, kurang apa itu paprpol menyeleksinya sejak awal? Nyatanya tetap aja yang bodong, yang suka nonton bokep, yang suka duit harom, yang suka ke panti pijet, dan suka cari bini ex-import. Begitu pula tokoh yang baik dan alim, contohnya bekas Ketua PB-HMI, Anas, juga akhirnya tercemar begitu reputasi kejujurannya. Apalagi artis, budaya kawin-cerai, suka dugem, dan 'kumbul kebonya' itu yang tak banyak berubah pula semenjak masuk Senayan, bahkan ada yang tambah menjadi-jadi.posted by Angga Sanusi
Jual Beli Kaskus
Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment